DAYAH dalam khazanah penddidikan Aceh yang berasal dari kata Zawiyah yang secara Istilah adalah lembaga pendidikan agama Islam atau di Indonesia dikenal dengan Pesantren. Dayah merupakan lembaga pendidikan agama yang eksistensinya diakui memiliki peranan penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu lembaga pendidikan ini harus dipertahankan dan dibina serta dipelihara dengan sebaik-baiknya. Kata ENTREPRENEUR dapat diartikan seseorang yang selalu membawa perubahan, inovasi, ide-ide baru dan aturan baru, ENTREPRENEUR juga diistilahkan sebagai orang yang menjalankan usaha secara mandiri (wirausahawan).

Sehingga DAYAH ENTREPRENUER DARUSSALAM dimaksudkan sebagai lembaga pendidikan yang akan melahirkan Wirausaha-wirausaha muda yang berjiwa Qur’ani yang akan membawa ide-ide baru dalam pengembangan ekonomi umat.

Peneliti SEBI Islamic Business & Economics Research Center (SIBER-C) Efri Syamsul Bahri pada 1st World Islam Sosial Science Congress (WISSC) yang digelar University Sultan Zainal Abidin di Putrajaya International Convention Centre (PICC) Putrajaya Malaysia, Selasa, 1-2 Desember 2015 mengatakan bahwa Pesantren/Dayah Entrepreneur memiliki peranan penting dan berkontribusi besar dalam pengembangan masyarakat.

Bahkan, model pengembangan masyarakat yang dilakukan Pesantren Entreprenur ini dapat dikembangkan atau direplikasi pada Pesantren/Dayah lainnya. Dengan demikian Pesantren/Dayah memiliki kapasitas dalam melakukan pengembangan masyarakat terutama melalui pembinaan terhadap para santri menjadi entrepreneur atau wirausahawan

TUJUAN

Terbentuknya pribadi beriman-berilmu-berakhlaq Islam yang mandiri dan berdakwah menegakkan agama (Iqomatuddin), yang membina peningkatan harkat kehidupan diri pribadi, keluarga dan masyarakat melalui dakwah dan berwiraswasta yang diridhai ALLAH SWT, Memajukan pendidikan dan dakwah Islam dalam rangka membentuk generasi baru yang berilmu dan bertakwa, sehingga berperan aktif dalam pembangunan agama, bangsa dan negara.